Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Terima kasih anda sudah berkunjung di Website KREASI | Sebuah Kreasi yang mencoba memberikan pengetahuan untuk melangkah dalam masa depan yang Gemilang | Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Anda |

Kamis, 03 Mei 2012

Administrasi Pendidikan (Sekolah dan Lingkungan)

Dalam administrasi pendidikan, peran sekolah tidak dapat dilepaskan terhadap lingkungan yaitu lingkungan yang ada yang di dalam sekolah ataupun  lingkungan di luar sekolah. Lingkungan yang ada di dalam sekolah itu sendiri menyangkut berbagai proses interaksi antara warga sekolah, baik kepala sekolah, guru, staf sekolah ataupun  siswa yang terjadi di dalam lingkungan sekolah tersebut. Sedangkan dengan lingkungan luar, maka berbagai proses interaksi yang terjadi antara sebagian ataupun seluruh personal/komponen sekolah dengan komponen yang berasal dari luar sekolah itu sendiri. Tentunya hubungan/ interaksi itu ditujukan guna meningkatkan kemajuan bagi seluruh komponen yang ada, salah satunya guna meningkatkan/ mensukseskan tujuan pendidikan ataupun tujuan-tujuan yang lain.
Hubungan Sekolah dengan Lingkungan Dalam Sekolah
Ada beberapa hubungan antara sekolah dengan lingkungan yang ada di dalamnya terutama yang berkaitan dengan kegiatan administrasi sekolah. Hal itu di karenakan semua kegiatan yang ada di dalam sekolah tidak luput dari peran daministrasi di dalamnya.
1.      Sekola sebagai tempat untuk menyediakan berbagai sumber, tenaga, dana, dan fasilitas, yang di dalamnya administrsi berperan erat untuk mengelola dan memanfaatkannya  secara efisien sehingga dapat memenuhi kebutuhan semua angota sekolah yang ada di dalamnya.
2.      Sekolah menjadi tempat bagi kegiatan keadministrasian dalam  melakukan pekerjaan manejemen, yakni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan), sehingga semua kegiatan yang ada di dalam sekolah dapat berjalan dengan baik.
3.      Sekolah sebagai tempat bagi kepala sekolah untuk menjalankan tugas kepemimpinannya, memperhatikan hubungan antar manusia (human relationship), Pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi (sikon) yang ada. Maka kepemimpinannya dapat dikatakan efektif apabila ia mampu memelihara hubungan baik dengan bawahannya. Di samping itu ia juga harus memperhatikan pembagian dan penyelesaian tugas bagi setiap anggotanya sesuai dengan jenis dan pekerjaanya.
4.      Sekolah sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan maka harus memperhatikan faktor-faktor ekosistem dan kemampuan menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan pendidikan sekolah.
5.      Sekolah sebagai tempat bagi pelaksanaan kegiatan pendidikan harus beriorientasi untuk mencapai tujuan. Administrasi pendidikan di sekolah merupakan komponen dalam sistem pendidikan maka untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut, tujuan operasional harus menjadi sandaran orientasi bagi pelaksanaan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah.
Peran administrasi sekolah memang tidak akan pernah dapat dipisahkan dari kegiatan yang ada di dalam sekolah itu, yang sangan berkaitan dan saling berhungan dengan lingkungan sekolah tersebut. Dalam hubungan sekolah dengan lingkungan yang ada di dalam sekolah tersebut, berkaita dengan kegiatan adnministasi sekolah maka terdapat beberapa pengelompokan sebagai berikut :
1.      Administrasi Kepala Madrasah
2.      Administrasi kesiswaan
3.      Administrasi ketenagaan
4.      Administrasi perlengkapan pendidikan
5.      Administrasi keuangan
6.      Administrasi penerimaan siswa baru
7.      Administrasi 6K
8.      Administrasi laboratorium
9.      Administrasi perpustakaan
10.  Administrasi keterampilan
Dari penjabaran mengenai beberapa keadiministrasian yang sekolah yang berhubungan dengan kegiatan yang ada di dalam sekolah itu maka secara garis besar dapat di kelompookan mnjadi:
a.       Administrasi material, yaitu administrasi yang menyagkut bidang materi, seperti ketatausahaan, administrasi keuangan, gedung dan perlengkapan sekolah.
b.      Administrasi personel, yaitu menyangkut administrasi personel guru dan pegawai sekolah, dan juga administrasi murid.
c.       Administrasi kurikulum, yang mencakup pembinaan  kurikulum, palaksanaan kurikulum, seperti pembagian tugas mengajar bagi guru, penyusunan silabus, dan rencana pengajaran tahunan, harian dan mingguan.
Hubunga Sekolah dengan Lingkungan Luar Sekolah
Berkaitan dalam hal ini maka pembahasannya mencakup hubungan sekolah dengan sekolah lain, hubungan sekolah dengan pemerintah setempat, hubungan sekolah dengan instansi dan jawatan-jawatan lain, dan hubungan sekolah dengan masyarakat pada umumnya. Yang hendaknya hubungan itu merupakan kerjasama yang memberikan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak. 
Dalam hal ini maka, pembahasan lebih tertuju kepada hubungan sekolah dengan lingkungan luar yaitu masyarakat yang merupakan salah satu bidang garapan administrasi pendidikan. Maka, istilah “sekolah” disini memiliki arti luas, yang mencakup lembaga pendidikan formal ataupun nonformal. Sedang istilah “masyarakat” merupakan konsep yang mengacu kepada semua individu, kelompok, lembaga, atau organisasi yang berada di luar sekolah sebagai lembaga pendidikan.
1.      Pentingnya hubungan sekolah dan masyarakat
Beberapa pandangan filosofis tentang hakikat sekolah  dan hakikat masyarakat, serta hubungan keduanya:
b.      Sekolah bukan merupakan lembaga yang terpisah dari masyarakat.
c.       Hak hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat.
d.      Sekolah adalah lembaga yang berperan untuk melayani masyarakat dalam bidang pendidikan.
e.       Kemajuan sekolah dan masyarakat saling berkorelasi, keduanya saling membutuhkan.
f.       Masyarakat adalah pemilik sekolah, sokolah ada karena masyarakat membutuhkannya.
                                  
2.      Tujuan hubungan sekolah dan masyarakat
Ditinjau dari kepentingan dua belah pihak yakni sekolah dan masyarakat itu sendiri maka tujuan dari hubungan sekolah dan masyarakat itu sendiri, maka terdapat beberapa pembagian.
Ditinjau dari kepentingan sekolah,  pengembangan penyelenggaraan  hubungan sekolah dan masyarakat bertujuan untuk:
a.       Memelihara kelangsungan hidup sekolah.
b.      Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
c.       Memperkancar proses belajar mengajar.
d.      Memperoleh dukungan dan bantuan dari masyarakat dalam pengembangan dan pelaksanaan program sekolah.
Ditinjau dari kebutuhan masyarakat itu sendiri tujuan hubungannya dengan sekolah itu sendiri adalah:
a.       Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang mental spiritual.
b.      Memperoleh bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.
c.       Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
d.      Memperoleh kembali anggota-anggota masyarakat yang makin meningkat kemampuannya.
Untuk lebih konkritnya, tujuan hubungan diselenggarakannya hubungan sekolah dengan masyarakat adalah:
a.       Mengenalkan pentingnya sekolah bagi masyarakat.
b.      Mendapatkan dukungan dan bantuan moral ataupun finansial yang diperlukan bagi pengembangan pengembangan sekolah.
c.       Memberikan informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanakan program sekolah.
d.      Memperkaya atau mempeluas program sekolah sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
e.       Mengembangkan kerja sama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak-anak.
Menurut Elsbree dan McNally,) tujuan antara dua belah pihak itu dapat dikelompokkan menjadi tiga tujuan pokok, yaitu:
a.       Untuk mengembangkan mutu belajar dan pertumbuhan anak-anak.
Semakin majunya perkembangan zaman terutama dan bidang pendidikan maka proses pengajaran tidak lagi berpusat pada buku, namun disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Maka dalam hal ini terdapat beberapa hal yang mengandung implikasi yang berhubungan dengan masyarakat antara lain:
1.      Personil sekolah terutama guru parlu tahu kondisi masyarakat, dan keadaan anak-anak di tempat ia tinggal dalam lingkungan masyarakat.
2.      Kepala sekolah dan guru hendaknya berusaha untuk bekerja sama dan memanfaatkan sumber-sumber yang ada di dalam masyarakat, guna meningkatkan program sekolah.
3.      Sekolah hendaknya dapat bekerja sama dengan organisasi yang ada di masyarakat yang mrmpunyai kepentingan yang sama terhadap pendidikan anak-anak.
4.      Guru-guru hendaknya mengikuti perkembangan masyarakat berusaha mengakaji dan memahami dan mengkaji sumber-sumber masyarakat yang dapat di masukkan ke dalam rencana perkembangan pendidikan.
b.      Meningkatkan tujuan dan mutu kehidupan masyarakat.
Dalam hal ini maka peran sekolah dalam hubungannya dengan masyarakan yaitu sebagai pelopor dan pusat perkembangan bagi masyarakat. Menjadi pusat untuk meningkatkan kemajuan masyarakat dalam berbagai bidang. Sekolah pembangunan lebih merupakan comunity center atau lebih spesifik lagi “pusat kegiatan masyarakat”.
c.       Mengembangkan pengertian, antusiasme, dan partisipasi masyarakat.
Yaitu dimana sekolah dapat membangun sebuah pengertian kepada masyarakat bahwa pendidikan bukanlah sebuah tanggung jawab yang hanya di emban oleh sekolah sebgai lembaga pendidikan, melainkan juga sebagai tanggunga jawab masyarakat.
Berkaitan dengan antusiasme dan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan, maka sekolah dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwasanya pendidikan itu tidak hanya terbatas dalam lingkup sekolah namun juga dalam wadah-wadah yang lain, dalam hal ini dimana pendidikan menganut pemahaman “pendidikan seumur hidup” sehingga semangat msyarakat dan antusiasme masyarakat akan lebih terpupuk dan meningkat.
Dari penjelasan tentang sekolah dan lingkungannya, terutama hubungan antara sekolah dan masyarakat, maka perlu di fahami bahwasanya masyarakat itu adalah lingkungan sosial yang besar, ehingga segala sesuatu yang terjadi di dalam masyarakatpun akan berpengaruh terhapdap proses yang ada di sekolah itu. Oleh sebab itu sekolah hendaknya menjadi pelopor bagi masyarakat untuk lebih maju dalam segala bidang.
Kesimpulan
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Sehinnga adanya sekolah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Dalam upaya melayani masyarakat dengan kebutuhan pendidikannya, administrasi sekolah yang baik sangatlah dibutuhkan. Semakin baik administrasi yang ada di sekolah maka akan semakin baik pula kualitas sekolah tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Yusak Burhanudin, Drs., Administrasi Pendidikan, Pustaka Setia, Bandung, 2005
Ngalim Purwanto, Drs.M., Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Nasco, Jakarta 1974
Ngalim Purwanto, Drs.M., Administrasi dan Supervisi Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 1987
Amin Thaib Drs. H. M., & Subagio Drs. A., Kepengawasan Kependidikan, Deartemen Agama RI, jakarta , 2005

0 komentar:

Tinggalkan Komentar Anda

Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Untuk berkomentar anda bisa gunakan format di bawah ini.
Format untuk komentar:
1. Pilih profil sebagai Name/URL
2. Isikan nama anda
3. Isikan URL (Blog/Website/Facebook/Twitter/Email /Kosongkan)
4. Isikan komentar
5. Poskan komentar