Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Terima kasih anda sudah berkunjung di Website KREASI | Sebuah Kreasi yang mencoba memberikan pengetahuan untuk melangkah dalam masa depan yang Gemilang | Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Anda |

Senin, 07 Mei 2012

Pragmatisme, Eksistensialisme, Positivisme

Pragmatisme


Pragmatisme berasal dari kata pragma ( bahasa yunani) yang berarti tindakan,perbuatan. Kata ini sering sekali diucapkan orang yang biasanya dipahami dengan pengertian praktis. Memang pengertian tersebut tidak jauh dari arti yang dimaksud dalam aliran filsafah ini. Kata pragmatisme seringkali di ucapkan orang. Orang- orang menyebutkan kata itu biasanya dalam pengertian praktis. Jika orang berkata,rancangan ini kurang pragmatis, maka maksudnya ialah rancangan itu kurang praktis. Pengertian seperti itu tidak begitu jauh dari pengertian pragmatisme yang sebenarnya , tetapi belum menggambarkan keseluruhan pengertian pragmaatisme.
Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran  sesuaaatu ialah , apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata.
         
Oleh sebab itu kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak. Mungkin sesuatu konsep atau peraturan sama sekali tidak memberikan kegunaan bagi masyarakat tertentu, tetapi terbukti berguna bagi masyarakat tertentu, tetapi terbukti berguna bagi masyarakat yang lain. Maka konsep itu dinyatakan benar oleh masyarakat yang kedua. Filosuf yang terkenal sebagai tokoh filsafat pragmaisme adalah william james dan john dewey.

1)    William James (1842-1910)
James lahir di New York City pada tahun 1842 m , anak Hendy James,Sr. Ayahnya adalah seorang yang terkenal ,berkebudayaan tinggi , pemikir yang kreatif. Hendry James,,Sr. merupakan kepala rumah tangga yang memang menekankan kemajuan intelektual. Ia menggembangkan anak-anaknya secara luas sedapat-dapatnya dengan kebebasan dan Indifidualisme, dan ia pun memberikan ide-idenya serta pengalamannya yang penting kepada anak-anaknya.karena william james mempunyai kemungkinan berkembang secara luas. Selain kaya, keluarganya memang dibekali dengan kemampuan intelektual yang tinggi.keluarganya juga menerapkan humanisme dalam kehidupan sertai mengembankannya. Ayah james rajin mempelajarimanusia dan agama. Pokoknya kehidupan James penuh dengan masa belajar yang dibarengi dengan usaha kreatif untuk menjawab berbagai masalah yang berkenaan dengan kehidupan. Pendidikan formalnya yang mula-mula tidak teratur. Ia mendapat tutor berkebangsaan Inggris, Prancis, Swiss, Jerman dan Amerika.

Akhirnya ia memasuki Harvard Medical School pada tahun 1864 dan memperoleh M.D-nya pada tahun 1869. Akan tetapi , ia kurang tertarik pada praktek pengobatan ; ia lebih menyenangi fungsi alat-alat tubuh. Oleh karena , ia mengajarkan anatomi dan fisiologi di harvard. Tahun 1875 perhatiannya lebih tertarik pada psikologi dan fungsi pikiran manusia. Pada waktu inilah ia menggabungkan diri dengan Peirce,Chauncy Wright,Olivier Wendel Holmes,Jr, dan lain-lain tokoh dalam Metaphysical Club untuk berdiskusi dalam masalah-masalah filsafat dengan topik-topik metoda ilmiah agama dan evolusi.


 Disinilah ia mula-mula mendapat pengaruh Peirce dalam metoda pragmatisme. Pandangan filsafatnya, diantaranya menyatakan bahwa tiada kebenaran yang mutlak,berlaku umum, yang bersifat tetap, yang berdiri sendiri lepas dari akal yang mengenal. Sebab pengalaman berjalan terus dan segala yang kita anggap benar dan dapat dikoreksi oleh pengalaman berikutnya.

Nilai konsep atau pertimbangan kita, bergantung kepada akibatnya, kepada kerjanya. Artinya bergantung pada keberhasilan perbuatan yang disiapkan oleh pertimbangan itu. Pertimbangan itu  benar bila bermanfaat bagi pelakunya, memperkaya hidup dan kemungkinan-kemungkinannya.
Menurut james, dunia tidak dapat diterangkan dengan berpangkal  pada satu azas saja. Dunia adalah dunia yang terdiri dari banyak hal yang saling bertentangan ,tentang kepercayaan agama dikatakan bagi orang perorangan , kepercayaan adanya suatu realitas cosmis lebih tinggi itu merupakan nilai subyektif yang relatif, sepanjang kepercayaan itu  memberikan kepadanya suatu hiburan rohani,penguatan keberanian hidup,perasaan damai, keamanan dan sebagainya. Segala macam  pengalaman keagamaan mempunyai nilai yang sama , jikalau akibatnya sama-sama memberikan kepuasan kepada kebutuhan keagamaan.
Filsafat pada mulanya , sampai kapan pun merupakan usaha menjawab pertanyaan yang penting-penting.

Orang  talah berusaha menjawab itu dengan indera (Empirisme dalam artian yang datar) , dengan akal ( Rasionalisme dalam artian yang datar), dan dengan rasa ( intuisionisme, juga dalam artian yang datar). Ketiga isme itu mempunyai banyak variasi pandangan didalamnya. James mencoba menjawab pertanyaan kepada isme pertama dan ingin menggabukannya dengan isme kedua. Penggabungan yang dilakukan dinamakannya pragmatisme, meminjam nama yang sudah digunakan orang sebelum dia. Akan tetapi sayang penggabungan itu gagal.

James membawakan pragmatisme. Isme ini ditunkan kepada Dewey  yang mempraktekkannya dalam pendidikan. Pendidikan menghasilkan orang Amerika sekarang. Dengan kata lain, orang yang paling bertanggung jawab terhadap generasi Amerika sekarang adalah William James dan John Dewey. Apa yang paling merusak dalam filsafat mereka itu? Satu saja yang kita sebut : Pandangan bahwa tidak ada hukum moral umum, tidak ada kebenaran umum semua kebenaran belum final. Ini berakibat subyektifisme , individualisme,dan dua ini saja sudah cukup untuk mengguncangkan kehidupan, mengancam kemanusiaan, bahkan manusianya itu sendiri.

2. John Dewey (1859)
Sebagai  pengikut filsafah pragmatisme , Jonh dewey menyatakan bahwa tugas filsafah adalah memberi  pengarahan bagi perbuatan nyata. Filsafah tidak boleh larut dalam pemikiran-pemikiran metafisis yang kurang praktis , tidak ada faedahnya. Oleh karena itu filsafah harus berpijak pada pengalaman dan mengolanya secara krisis.
Menurutnya  tak ada sesuatu yang tetap. Manusia senantiasa bergerak dan berubah. Jika mengalami kesulitan, segera berfikir untuk mengatasi kesulitan itu. Maka dari itu berfikir tidak lain dari pada alat(instrumen) untuk bertindak. Kebenaran dari pengertian dapat ditinjau dari berhasil tidaknya mempengaruhi kenyataan. Satu-satunya yang dapat dipercaya untuk mengatur pengalaman dan untuk mengetahui arti yang sebenarnya adalah metoda induktif. Metoda ini tidak hanya berlaku bagi ilmu pengetahuan fisika, melainkan juga bagi persoalan-persoalan sosial dan moral.

Tentang Istilah Pragmatisme
Secara umum pragmatisme berarti hanya ide (pemikiran,pendapat,teori) yang dapat dipraktekkanlah yang benar dan berguna. Idea-idea yang hanya ada dalam idea(seperti ide Plato,pengertian umum pada Socrates,definisi pada Aritoteles),juga kebimbangan terhadap realitas objek indera(pada Descartes), semua itu nonsense bagi pragmatisme. Yang ada ialah apa yang real ada;demikian kata James tatkala ia membantah zeno yang mengaburkan arti gerak.

Eksistensialisme

Eksistensialisme berasal dari kata eksistensi dari kata dasar exist. Kata exist itu sendiri adalah bahasa latin yang artinya : ex ; keluar dari sistare: berdiri. Jadi , eksistensi adalah berdiri dengan keluar ari diri sendiri.
Dalam membuat definisi eksistensialisme kaum eksestianlis tidak sama tentang apa yang dimaksud sebenarnya dengan eksistensialisme. Namun demikian ada sesuatu yang dapat disepakati oleh mereka yaitu sama-sama menempatkan cara wujud manusia sebagai tema sentral.

Filsafat eksistensi tidak sama persis dengan filsafah eksistensialisme yang dimaksud dengan filsafah eksistensi adalah benar-benar sebagai arti katanya, yaitu filsafah yang menetapkan cara wujud manusia sebagai tema sentral. Ini adalah salah satu ragam filsafah. Tokok-tokok yang dapat digolongkan kedalam filsafah eksistensi telah banyak terdapat sebelum lahirnya filasafah eksentialisme. Adapun yang dimaksud dengan filsafah eksentialisme, rumusannya lebih sulit dari eksistensi. Sejak muncul filsafah eksistensi, cara wujud manusia telah dijadikan  tema sentral pembahasan filsafat, tetapi belum pernah ada exsistensi yang secara begitu radikal menghadapkan manusia kepada dirinya seperti pada eksistensialisme.

Dalam pandangan materialisme , baik yang kolot maupun modern, manusia itu pada akhirnya adalah benda seperti halnya kayu dan batu. Memang orang materialis tidak mengatakan bahwa manusia sama dengan benda seperti kayu dan batu.

 Akan tetapi , materialisme mengatakan bahwa pada akhirnya , jadi pada perinsipnya ,pada dasarnya , manusia hanyalah sesuatu yang material; dengan kata lain materi;betul-betul materi. Menurut bentuknya memang manusia lebih unggul ketimbang sapi, batu atau pohon, tetapi pada eksistensinya manusia sama dengan sapi, pohon atau batu. Dilihat dari segi keberadaannya juga sama. Nah , disinilah bagian ajaran materialisme itu dihantam oleh eksistensialisme.

Eksistensialisme menyatakan bahwa cara berada manusia dan benda lain tidaklah sama. Manusia berada di dunia ; sapi dan pohon juga. Akan tetapi, cara beadanya tidak sama. Manusia berada didalam dunia; ia mengalami beradanya di dunia itu, manusia menyadari dirinya berada di dunia, menghadapi dengan mengerti yng dihadapinya itu. Manusia mengerti guna pohon, batu, dan salah satu di antarany ialah ia mengerti bahwa hidupnya mempunyai arti. Apa arti semua ini ? Artinya ialah bahwa manusia adalah subyek. Subyek artinya yang menyadari, yang sadar. Barnag – barang yang disadarinya  disebut obyek.

Lalu dimana kesalahan materialisme: Ren Le Senne seorang existentialis, merumuskan kesalan matrealisme itu secara singkat: kesalahan itu ialah detotalisasi. De artinya memungkiri, total artinya seluruh. Maksudnya, memungkiri manusia sebagai keseluruhan. Pandangan matrealisme itu belum mencangkup manusia secara keseluruhan. Pandangan tentang manusia seperti pada matrealisme itu akan membawa konsekuensi yang amat penting. Lahirnya eksistensialisme merupakan salah satu dari konsekuensi itu.

Ada beberapa tokoh filsafat eksistensialisme, di antaranya yaitu: Martin Heiddeger,
J.P. Sartre dan Gabriel Marcel.

 1)  Martin heiddeger (1905 M)
Menurut Martin Heiddeger bahwa keberadaan hanya akan dapat dijawab melalui jalan Antologi, artinya jika persoaln ini di hubungkan dengan manusia dan cari artinya dalam hubungan ini, metode untuk ini adlah metode fenomenologis. Jadi yang penting adalah menemukan arti keberadaan itu,

Satu-satunya yang berada dalam arti yang sesungguhnya adalah beradanya manusia. Keberadaan benda-benda terpisah dengan yang lain, sedang beradanya manusia, mengambil tepat ditengah-tengah dunia sekitarnya. Keberadaan manusia di sebut Desein (berada disana, di tempat). Berada artinya menempati atau mengambil tempat, untuk itu manusia harus keluar dari dirinya dan berdiri di tengah-tengah segala yang berada. Desei manusia disebut juga eksistensi.

Keberadaan manusia yaitu berada di dalam dunia maka ia dapat memberi tempat kepada benda-benda yang ada disekitarnya, ia dapatdapt bertemu dengan benda-benda itu dan dengan manusia lain, dapat bergaul dan berkomunikasi dengan semuanya.

Sebenarnya benda-benda pada dirinya tidak mewujudkan dunia. Sebab benda-benda itu tidak saling menjamah. Karena manusia berada di dalam dunia, maka ia seibu dengan dunia, mengerjakan dunia, atau mengusahakan dunia dan sebagainya yang oleh Heidegger dirangkum dalam kata besorgen (memelihara).

Keberadaan manusia (desein) juga mitsen 9berad bersama-sama). Karena itu manusia terbuka bagi dunianya dan bagi sesamanya. Keterbukaan itu bersandar kepada tiga hal asasi yaitu: Befindiehkeit (kepekaan), Verstehen (memahami) dan Rede (kata-kata, bicara).

Kepekaan di ungkapkan dalam bentuk perasaan: senang, kecewa atau takut. Perasaan itu timbul karena kebersamaannya dengan yang lain, ia dihadapkan kepada dunia sebagai nasib, dimana sekaligus menghayati kenyataan eksistensi kita serba terbatas.

Yang dimaksud mengerti dan memahami, ialah bahwa manusia dengan kesadaran akan beradanya di antara keberadaan lain-lainnya harus berbuat sesuatu untuk menggunakan kemungkinan-kemungkianannya.

Dengan begitu manusia dengan pengertiannua, merencanakan dan merealisasikan kemungkinan-kemungkinan sendiri, dan sekaligus juga kemungkinan-kemungkinan dunia.
Bicara adalah asas yang eksistensial bagi bagi kemngkinan untuk berbicara dan berkomunikasi bagi manusia. Secara apriori manusia telah memiliki daya untuk berbicara. Ia adalah makhluk yang dapat berbicara. Sambil berbicara ia mengungkapkan diri. Pengungkapannya adalah pemberitahuan dalam rangka rencana yang diarahkan kea rah tertentu.

Menurut Heidegger, manusia manusia tidak menciptakan dirinya sendiri; ia di lemparkan did ala keberadaan. Tetapi, walau manusia keberadaannya tidak mengadakan sendiri bahkan merupakan keberadaan yang terlempar, manusia harus tetap bertanggung jawab atas keberadaannya itu. Manusia harus merealisasikan kemungkinan-kemungkinannya, akan tetapi dalam kenyataanya tidak menguasai dirinya sendiri. Inilah fakta keberadaan manusia, yang timbul dari Gewerfenheid atau situasi terlemparnya itu.

Kepekaannya di ungkapkan dalam suasana batin di dalam perasaan dan emosi. Di antara suasana batin atau perasaan-perasaan itu yang terpenting ialah rasa cemas
(angst). Latar belakang kecemasan ini adalah pengalaman umum menjadikan kita tiba-tiba merasa sendirian, di kepung oleh kekosongan hidup, dimana kita merasa bahwa seluruh hidup kita tiada arti.

Oleh karena itu maka di dalm hidup sehari-hari manusia bereksistensi, tidak yang sebenarnya. Akan tetapi justru manusia memiliki kemungkinan untuk keluar dari eksistensi yang tidak sebenarnya iti, keluar dari belenggu dari pendapat orang banyak dan menemukan dirinya sendiri.

Manusia yang tidak memiliki eksistensi yang sebenarnya itu menghadapi hidup yang semu, hidupnya orang banyak. Ia tidak menyatukan hidupnya sebagai satu kesatuan. Dengan ketekunan mengikuti kata hatinya itulah cara bereksistensi yang sebenarnya guna mencapai eksistensi yang sebenarnya. Inilah cara menemukan dirinya sendiri. Di sini orang akan mendapatkan pengertian atau pemikiran yang benar tentang manusia dan dunia.


2)    J.P Sarte

Jean Paul Sarte lahir di Paris pada tahun 1905 M dan meninggal pada tahun 1980M. ia belajar pada Ecole Normale Superiur pada tahun 1924-1928. setelah tamat dari sekolah itu, pada tahun 1929M ia mengajarkan filsafat di beberapa Lycees, baik di Paris maupun di tempat lain. Dari tahun 1933 sampai tahun 1935 ia menjadi mahasiswa peneliti pada Institut Francais di Berlin dan di Universias Freuurg. Tahun 1938 M. sejak muncullah karya-karyanya yang lain di dalm bidng filsafat.

Menurut Sertre eksistensi manusi mendahului esensinya. Pandangan ini amat janggal sebab biasanya sesuai harus ada esensinya lebih dulu leh kebedaannya. Bagaimana sebenarnya yang  yang di maksud oleh Sartre? Filsafat eksistensialisme membicarakan berada di dunia ini, etutama cara berada manusia. Dengan kata lain, filsafat ini menempatkan cara wujud2 manusia sebagai tema sentral pembahasannya. Cara itu hanya khusus pada manusia , karena hanya manusialah yang bereksistensi. Binatatang, tetumbuhan, bebatuan emang ada, tetapi mereka tidak dapat di sebut bereksistensi. Filsafat eksistesislisme mendamparkan manusia kedunianya dan menghadaokan manusia kepada dirinya sendiri.

Menurut ajaran eksistensialisme, eksistensi manusia mendahului esensinya. Hal ini berasa dari tumbuhan, hewan, dan bebatuan yang esensinya mendahului eksestensinya, seandainya mereka mempunyai eksistensi. Di dalm filsafat idealisme, wujud nyata (existence) dianggap mengikuti hakikat (essencenya). Jadi hakikat manusia memunyai cirri khas tertentu, dan cirri itu menyebabkan manusia berada di mahluk lain. Oleh karena itu, di katakana bahwa manisia itu eksestensinya mendahului esensinya. Dan formula ini merupakan prinsip utama dan pertama di dalam filsafat eksistensialisme.

3)  Gabriel Marcel
Dalam filsafatnya ia menyatakan, bahwa manusia tidak hidup sendirian, tetapi bersama-sama dengan orang lain. Tetapi manusiamemiliki kebebasan yang bersifat otonom. Dalam pada itu selalu dalam situasi yang ditentukan oleh kerjasamanya. Dari luar ia dapat

menguasai jasmaninya, tetapi dari dalam ia dikuasi oleh jasmaninya. Di dalam pertemuannya dengan manusia lain, manusia mungkin bersikap dua maca. Yang lain itu merupakan obyek baginya, jadi sebagai dia, mungkin juga merupakan yang ada bagi aku. Aku ini membentuk diri terutama dalam hubungan aku-engkau ini. Dalam hubungan ini kesetiaanlah yang menentukan segala-galanya. Jika aku, percaya kepada orang lain, maka setialah aku terhadap orang lain itu, dan kepercayaan ini menciptakan diri aku itu. Setia itu hanya mungkin karena orang merupakan bagian dikau yang mutlak (Tuhan). Kesetiaan yang menciptakan aku  ini pada akhirnya berdasarkan atas partisipasi manusia kepada Allah.

          Manusia bukanlah makhluk yang statis, sebab ia senantiasa menjadi (berproses). Ia selalu menghadapi obyek yang harus diusahakan, seperti yang tampak dalam hubungannya dengan orang lain.
          Perjalanan manusia ternyata akan berakhir pada kematian, pada yang tidak ada. Perjuangan manusia sebenarnya terjadi di daerah perbatasan antara tidak berada. Oleh karena itu manusia menjadi gelisah, menjadi putus asa dan takut pada kematian. Namun sebenarnya kemenangan kematian itu hanyalah semu saja, sebab hanya cinta kasih dan kesetiaan itulah yang memberi harapan guna mengatasi kematian. Di dalam cinta kasih dan kesetiaan dan kepastian, bahwa ada Engkau yang tidak dapat mati. Harapan itulah yang menerobos kematian. Adanya harapan menunjukkan, bahwa kemenangan kematian adalah semu.

          Ajaran tentang harapan ini menjadi  puncak ajaran Marcel. Harapan ini menunjuk adanya Engkau Yang Tertinggi (Tci Supreme), yang tidak dapat dijadikan obyek manusia. Engkau Tertinggi inilah Allah, yang hanya dapat ditemukan di dalam penyerahan seperti halnya kita menemukan Engkau atau sesama kita dalam penyerahan dan dalam keterbukaan dan partisipasi dalam berada yang sejati.



Positivisme

          Positivisme adalah aliran filsafat yang berpangkat dari fakta yang positif sesuatu yang diluar fakta ata kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan.

          Tokoh aliran positivisme adalah Agus Comte (1798-1857 M). Ia berpendapat bahwa indera itu amat penting dalam memperoleh pengetahuan, tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen. Kekeliruan indera akan dapat dikoreksi lewat eksperimen. Eksperimen memerlukan ukuran-ukuran yang jelas. Panas diukur dengan derajat panas, jauh diukur dengan meteran, berat dengan kiloan, dan sebagainya. Kita tidak cukup mengatakan api panas, matahari panas, kopi panas. Kita memerlukan ukuran yang teliti. Dari sinilah kemajuan sains benar-benar dimulai.

          Jadi, pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang khas berdiri sendiri. Ia hanya menyempurnakan Empirisme dan Rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, ia menyempurnakan metoda ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Jadi, pada dasarnya positivisme itu sama dengan Empirisme plus Rasionalisme.

Hanya saja pada Empirisme menerima pengalaman batiniah sedangkan positivisme membatasi pada perjalanan obyektif saja.

Menurut Agus Comte, perkembangan pemikiran manusia baik perorangan maupun bangsa melalui tiga zaman; yaitu zaman teologis, metafisis, dan zaman positif.

Pertama; zaman teologis, zaman dimana manusia percaya bahwa di belakang
gejala-gejala alam, terdapat kuasa-kuasa adikodrati yang mengatur fungsi dan gerak gejala-gejala tersebut. Zaman teologis ini dibagi lagi atas tiga periode.
Periode pertama di mana benda-benda dianggap berjiwa (animisme). Periode kedua manusia percaya pada Dewa-dewa (Politeisme). Periode ketiga manusia percaya pada satu Allah sebagai Yang Maha Kuasa (Monoteisme).

          Kedua zaman metafisis, kekuatan yang adikodrati diganti dengan ketentuan-ketentuan abstrak.

          Ketiga zaman positif, yaitu ketika orang tidak lagi berusaha mencapai pengetahuan tentang yang mutlak baik teologis maupun metafisis. Sekarang orang berusaha mendapatkan hukum-hukum dari fakta-fakta yang didapatinya dengan pengamatan dan akalnya. Tujuan tertinggi dari zaman ini akan tercapai bilamana gejala-gejala telah dapat disusun dan diatur di bawah satu fakta yang umum saja.

          Hukum tiga tahap ini tidak hanya berlaku bagi perkembangan rohani seluruh umat manusia, tetapi juga berlaku bagi tiap perseorangan. Umpamanya sebagai kanak-kanak adalah seorang teolog, sebagai pemuda menjadi metafisis, dan sebagai orang dewasa ia adalah seorang fisikus.

          Urutan perkembangan ilmu-ilmu pengetahuan tersusun demikian rupa, sehingga yang satu selalu mengandalkan semua ilmu yang mendahuluinya. Dengan demikian Comte menempatkan deretan ilmu pengetahuam dengan urutan sebagai berikut: ilmu pasti, astronomi, fisika, kimia, biologi, dan sosiologi.

Materialisme

          Aliran filsafat materialisme memandang bahwa realitas seluruhnya adalah materi belaka. Tokoh aliran ini adalah Ludwig Freuerbach (1804-1872 M). Menurutnya hanya alamlah yang ada. Manusia adalah alamiah juga.

          Dalam pandangan materialisme, baik yang kolot maupun yang modern, manusia itu pada akhirnya adalah benda seperti halnya kayu dan batu. Memang orang materialis tidak mengatakan bahwa manusia sama dengan benda seperti kayu dan batu. Akan tetapi, materialisme mengatakan bahwa pada akhirnya, jadi pada prinsipnya, pada dasarnya, manusia hanyalah sesuatu yang material; dengan kata lain materi, betul-betul materi. Menurut bentuknya memang manusia lebih unggul ketimbang sapi, batu, atau pohon, tetapi eksistensinya manusia sama saja dengan sapi. Dilihat dari segi keberadaannya juga sama. Nah, disinilah bagian ajaran materialisme itu dihantam oleh eksistensialisme.

          Eksistensialisme menyatakan bahwa cara berada manusia dan benda lain tidaklah sama. Manusia berada di dunia; sapi dan pohon juga. Akan tetapi, cara beradanya tidak sama. Manusia berada di dalam dunia; ia mengalami beradanya di dunia itu; manusia menyadari dirinya berada di dunia. Manusia menghadapi dunia, menghadapi dengan mengerti yang dihadapinya itu. Manusia mengerti guna pohon, batu, dan salah satu diantaranya ialah ia mengerti bahwa hidupnya mempunyai arti. Apa arti semua ini? Artinya ialah manusia adalah subyek. Subyek artinya yang menyadari; yang sadar. Barang-barang yang disadarinya disebut obyek.
Lalu, dimana kesalahan materialisme? Rene Le Senne, seorang existentialis, merumuskan kesalahan materialisme itu secara singkat: kesalahan itu ialah detotalisasi. De artinya memungkiri, total artinya seluruh.  Maksudnya, memungkiri manusia sebagai keseluruhan. Pandangan materialisme itu belum mencakup manusia secara keseluruhan. Pandangan tentang manusia seperti pada materialisme itu akan membawa konsekuensi yang amat penting. Lahirnya eksistensialisme merupakan salah satu dari konsekuensi itu.

Yang terpenting bagi manusia bukan akalnya, tetapi usahanya, sebab pengetahuan hanyalah alat agar usaha manusia berhasil. Kebahagiaan manusia dapat dicapai di dunia ini. Oleh karena itu agama dan metafisika harus ditolak. Menurut dia, agama timbul dari sifat egoisme manusia yang mendambakan kebahagiaan. Apa yang tidak ada pada manusia tetapi didambakannya, digambarkan sebagai kenyataan yang ada pada para Dewa. Karena itu Dewa sebenarnya merupakan keinginan manusia. Bahwa ada banyak Dewa yang bermacam-macam, itu disebabkan karena manusia memiliki macam-macam keinginan.

Marxisme

          Marxisme adalah aliran filsafat yang ditujukan kepada ajaran Karl Marx (1818-1883 M). Aliran Marxisme lahir dari suatu pertemuan dari tempat-tempat Karl Marx dalam sejarah ide-ide dan suatu detik sejarah perjuangan klas-klas yaitu kelahiran gerakan buruh. Pokok pemikiran Marx diambil dari ajaran Filsafat Hegel dan Filsafat Feurbach. Dari Hegel diambil metoda dialektikanya dan mengenai sejarah, sedang dari Feurbach diambil teori materialismenya.

          Ajaran Filsafat Marx disebut juga materialisme dialektik, dan disebut juga materialisme historis. Disebut sebagai materialisme dialektika karena peristiwa kehidupan yang didominasi oleh keadaan ekonomis yang materiil itu berjalan melalui prose dialetik: tese, anti tese, dan  sentise. Mula-mula manusia hidup dalam keadaan konunistis asli tanpa pertentangan kelas, dimana alat-alat produksi menjadi milik bersama (tese). Kemudian timbul milik pribadi yang menyebabkan adanya kelas pemilik (kamu kapitalis) dan kelas tanpa milik (kaum proletar) yang selalu bertentangan (anti tese). Jurang antara kaum kaya (kapitalis dan kaum miskin (protelar) semakin dalam. Maka timbullah krisis yang hebat. Akhirnya kaum proletar bersatu mengadakan revolusi perebutan kekuasaan. Maka timbullah diktatur proletariat dan terwujudlah masyarakat tanpa kelas dimana alat-alat produksi menjadi milik masyarakat atau negara (sintese).

          Adapun Marxisme disebut materialisme historis, karena menurut teorinya, bahwa arah yang ditempuh sejarah sama sekali ditentukan oleh perkembangan sarana-sarana produksi yang materiil. Kemanakah arah sejarah? Marx berkeyakinan bahwa seluruh sejarah manusia menuju ke suatu keadaan ekonomis tertentu yaitu komunisme, dimana milik pribadi akan diganti menjadi milik bersama. Baru keadaan itulah kebahagiaan bangsa manusia akan tercapai. Perkembangan manusia fase sejarah ini akan berlangsung secara mutlak dan tidak mungkin dihindarkan. Tetapi manusia dapat mempercepat proses ini dengan aksi revolusioner berdasarkan kesadaran. Dengan kata lain perjuangan kelas secara mutlak dilakukan untuk mencapai masyarakat komunis.
          Marx beranggapan bahwa dalam masyarakat komunis dengan sendirinya agama akan lenyap, karena agama merupakan ekspresi kepapaan manusia. Agama adalah candu rakyat, demikian kata Marx.

Anti Theisme atau Atheisme
         
          Anti Theisme merupakan aliran filsafat yang ingin mewujudkan sejarah manusia tanpa Tuhan. Tokoh filsafat aliran ini adalah Friedrich Nietzche (1844-1890 M). Tuhan dan agama menurutnya dipandang sebagai formula jahat yang diterapkan dalam setiap fitnah melawan manusia di dunia.

          Pokok-pokok filsafatnya diantaranya mengenai kehendak manusia, manusia sempurna, dan kritikan terhadap agama (Kristen).

          Pokok-pokok filsafatnya sebagai berikut:
Pertama; kehendak untuk berkuasa merupakan dasar dan sumber tingkah laku manusia. Kehendak untuk berkuasa memasuki bidang kegiatan manusia: kesadaran hidup, perwujudan nilai-nilai agama, kebudayaan dan lainnya. Kehendak untuk berkuasa bahkan merupakan kenyataan yang benar akan dunia ini. Dunia ini adalah kehendak untuk berkuasa, lain tidak.

          Kehendak untuk berkuasa ini nampak dalam ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan, manusia ingin menyelidiki dunia untuk menemukan kenyataan dunia yang menjadi. Dengan ilmu, semua yang ada diubah ke dalam bentuk-bentuk yang pasti. Maka ilmu pengetahuan dapat didefinisikan sebagai penjelmaan alam menjadi konsep-konsep, dengan tujuan untuk menguasai alam.

          Tentang agama juga dinyatakan sebagai perwujudan kehendak untuk berkuasa. Semua agama hakikatnya berasal dari kehendak untuk berkuasa. Karena kehendak untuk berkuasa ini tidak dapat dipenuhi dengan kekuatan manusia sendiri, maka manusia menyerahkan usahanya kepada pribadi yang lebih tinggi. Manusia lari kepada Tuhan yang Maha Kuasa, karena ia sendiri tidak dapat mengalahkan kekuatan yang dihadapinya.

Kedua: Bagi Nietzsche manusia yang ideal adalah Superman. Dengan Superman kehendak untuk berkuasa atas dunia menjadi sempurna. Sejarah akan mencapai kesudahannya pada kehadiran manusia Superman ini. Superman adalah manusia yang mengetahui bahwa Tuhan telah mati, bahwa tidak ada sesuatupun yang melebihi atau mengatasi dunia ini. Superman akan muncul bila manusia telah mempunyai keberanian untuk mengubah sistem nilai, untuk menghancurkan nilai-nilai yang ada terutama nilai Kekristenan. Sesudah itu manusia yang kuat yang berani menghancurkan nilai-nilai lama, harus menciptakan dan menyusun nilai-nilai baru yang melebihi nilai sebelumnya. Kehendak untuk kuasa yang menjelma dalam semua nilai akan mengarah kepada Superman, akan merupakan personofikasinya. Superman tampil di dunia ini seperti Caesar dari Romawi Kuno, Napoleon dari Perancis, Goethe dari Jerman dan sebagainya.
Ketiga; Kritik terhadap agama Kristen. Walau Nietzsche terdidik di lingkungan Kristen, namun akhirnya ia menjadi filosuf atheis yang paling ekstrim. Kritik terhadap agama Kristen mencapai puncaknya dalam bukunya Ani Kristus.

          Agama Kristen dinyatakan sebagai lambang pemutarbalikkan nilai-nilai, sebab jiwa Kristiani menolak segala yang alamiah, dan memusuhi segala yang nafsani. Pengertian Allah agama Kristen adalah pengertian yang paling rusak dari segala pengertian tentang Allah, sebab Allah dipandang sebagai Allah anak-anak piatu, janda-janda dan orang-orang sakit Allah dipandang sebagai roh yang bertentangan sekali dengan hidup ini. Jiwa Kristiani adalah jiwa yang tidak memberi penguasaan dan kebangsawanan. Semua itu harus dibongkar sehingga ditimbulkan nilai-nilai baru, moral tuan.

          Bagi Nietzsche peristiwa yang paling menonjol dalam sejarah di Barat pada zaman modern adalah bahwa Allah sudah mati. Dimaksudkan dengan itu ialah bahwa kepercayaan Kristiani akan Allah sudah layu  dan hampir tidak mempunyai peranan riil lagi. Dan Nietzsche merasa terpanggil untuk mewujudkan sejarah baru tanpa Tuhan.

          Jika Allah sudah mati, jika Allah Kristiani dengan segala perintah dan larangannya sudah tidak merupakan rintangan lagi, itu berarti bahwa dunia sudah terbuka untuk kebebasan dan kreativitas manusia. Mata manusia tidak lagi kepada sesusatu di belakang atau di atas dunia dimana ia hidup, tetapi harus setia terhadap dunia ini.










0 komentar:

Tinggalkan Komentar Anda

Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Untuk berkomentar anda bisa gunakan format di bawah ini.
Format untuk komentar:
1. Pilih profil sebagai Name/URL
2. Isikan nama anda
3. Isikan URL (Blog/Website/Facebook/Twitter/Email /Kosongkan)
4. Isikan komentar
5. Poskan komentar